Kenali lebih dekat yayasan, guru, dan staf yang mendukung pendidikan terbaik.
Sarjana Kesehatan
Ketua Yayasan
2026-2031
Ketua Yayasan Keiynan Islami Palembang
SelengkapnyaProgram intensif untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an sesuai kaidah tajwid dan menghafal ayat-ayat Al-Qur'an.
Latihan Shalat Dhuha dan Shalat Berjama'ah, serta hafalan doa-doa harian.
Program pembinaan untuk membentuk karakter dan mental siswa agar religius.
Internship Internasional: Pengalaman langsung di negara lain seperti Malaysia atau Singapura untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman budaya global. Mukhayyam Qur'an di Tanah Suci: Kegiatan intensif mempelajari dan menghafal Al-Qur'an dengan metode yang benar langsung di lingkungan Masjidil Haram.
Karakter dan Akhlak: Pembinaan akhlakul karimah, pembentukan karakter, serta keterampilan sosial. Kewirausahaan: Program yang bertujuan menanamkan jiwa wirausaha dan keterampilan bisnis sejak dini. Kepemimpinan: Mengembangkan potensi kepemimpinan pada siswa. Ekstrakurikuler: Beragam kegiatan di luar kelas seperti Pramuka, olahraga, seni, hingga kegiatan sosial seperti bakti sosial.
Integrasi Kurikulum: Mengaitkan pelajaran umum (seperti matematika, sains, bahasa) dengan nilai-nilai dan konsep Islam. Bahasa Arab dan Inggris: Pengajaran praktis Bahasa Arab dan Inggris sebagai bahasa komunikasi dan keilmuan. Metode Pembelajaran Menyenangkan: Penggunaan metode yang inovatif dan menyenangkan untuk materi pelajaran keagamaan dan umum.
Klik tombol di bawah untuk mengisi form pendaftaran peserta didik baru di SekolahKu.
Meraih prestasi dalam lomba seni lukis, tari tradisional, menyanyi, atau bermain musik.
Menjadi juara dalam kompetisi akademik seperti olimpiade sains (OSN), kompetisi matematika, atau lomba cerdas cermat.
Mendapatkan nilai tinggi dalam ujian, tugas, dan proyek sekolah.
Libur Menyambut Puasa Selama 7 Hari dimulai 20-27 September 2025
Surat Edaran Kementrian Tentang Libur Puasa Tahun 2025
Kegiatan Sekolah Ramadhan Berbagi 2025
Kegiatan Pesantren Kilat Sekolah Bulan Ramadhan 2025
Kegiatan Periksa Kesehatan Anak Sekolah
Kegiatan Sekolah dalam Rangka Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 2025
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Prabowo Subianto bakal membagikan smart TV kepada 330 ribu sekolah hingga akhir tahun 2025.
"Tahun ini, kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat. November (tanggal) 10 saya dapat laporan, November 10, 100 ribu sekolah akan dapat. Sekarang baru 10 ribu," kata Prabowo usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 10 Jakarta Selatan, Kamis (11/9).
Baca artikel CNN Indonesia "Prabowo Janji Bagikan Smart TV ke 330 Ribu Sekolah hingga Akhir 2025" selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20250911155418-20-1272644/prabowo-janji-bagikan-smart-tv-ke-330-ribu-sekolah-hingga-akhir-2025.
Download Apps CNN Indonesia sekarang https://app.cnnindonesia.com/
JAKARTA – Generasi Z dikenal sebagai generasi paling akrab dengan teknologi digital. Kini tercatat sebagai kelompok yang paling sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk belajar maupun bekerja. Melansir dari penelitian Walton Family Foundation bersama Gallup, sebanyak 79% Gen Z sudah pernah menggunakan AI generatif, dan hampir setengah di antaranya memakainya setiap minggu.
AI Bantu Belajar Lebih Cepat
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar Gen Z merasakan manfaat nyata dari penggunaan AI:
72% merasa AI memudahkan mereka menemukan informasi.
66% mengatakan AI membuat mereka bekerja lebih cepat.
53% menyebut AI membantu mempercepat proses belajar.
Tidak heran bila AI kemudian menjadi “teman belajar” utama bagi banyak pelajar Gen Z, mulai dari mencari referensi, menulis esai, hingga memahami materi yang sulit.
Meski begitu, hubungan Gen Z dengan AI tidak sepenuhnya penuh optimisme. Penelitian menemukan bahwa 41% Gen Z justru merasa cemas dengan AI, sementara hanya 36% yang merasa bersemangat dan 27% yang merasa penuh harapan.
Sebagian besar Gen Z khawatir AI dapat memengaruhi kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka. Sebanyak 49% percaya AI akan menantang keterampilan berpikir kritis, sementara hanya 22% yang melihat AI justru dapat mendukungnya.
Sekolah Jadi Jembatan
Menariknya, banyak pelajar Gen Z di tingkat SMP dan SMA berpendapat bahwa AI seharusnya diperbolehkan untuk tugas sekolah, sekaligus diajarkan secara formal. Namun kenyataannya, baru 49% sekolah yang memiliki kebijakan jelas tentang penggunaan AI, dan sebagian besar justru lebih bersifat membatasi. Hal ini membuat siswa bingung mengenai batasan penggunaan AI.
JAKARTA - Program Indonesia Pintar (PIP) menjadi salah satu bantuan pemerintah yang paling ditunggu banyak pelajar di Indonesia. Program ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan bagi siswa SD, SMP, hingga SMA/SMK agar tetap bisa melanjutkan sekolah. Namun, banyak orang tua maupun siswa masih bertanya-tanya, sebenarnya dana PIP cair berapa kali dalam setahun?
Mengacu pada ketentuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), dana PIP tidak diberikan setiap bulan seperti gaji, melainkan dicairkan satu kali dalam setahun sesuai jadwal yang telah ditentukan pemerintah. Nominal bantuan berbeda sesuai jenjang pendidikan, yaitu sekitar Rp450 ribu untuk SD, Rp750 ribu untuk SMP, dan Rp1 juta untuk SMA/SMK per tahun.
Proses pencairan dilakukan melalui bank penyalur resmi, seperti BRI atau BNI, dengan menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau surat keterangan dari sekolah. Waktu pencairan bisa berbeda di setiap daerah, tergantung jadwal pusat serta kesiapan sekolah dalam mengusulkan penerima.
Pemerintah menegaskan, bantuan ini hanya bisa dicairkan oleh siswa atau orang tua/wali yang sah, dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP, Kartu Keluarga, serta surat keterangan dari sekolah. Jika dana tidak diambil dalam periode yang sudah ditetapkan, ada kemungkinan bantuan hangus dan tidak bisa dicairkan kembali.
Dengan adanya kepastian pencairan sekali setahun, orang tua dan siswa diimbau menggunakan dana PIP sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan sekolah seperti membeli perlengkapan, buku, seragam, maupun biaya penunjang lainnya.
Syarat Pencairan Dana PIP
Membawa KIP atau surat keterangan penerima PIP dari sekolah.
Membawa dokumen pendukung: KTP orang tua/wali, Kartu Keluarga, NISN, dan buku tabungan/nomor rekening bank penyalur (BRI atau BNI).
Bagi siswa baru penerima PIP, biasanya perlu melakukan aktivasi rekening terlebih dahulu di bank.
masalah kapasitas kantin sekolah memang dapat terjadi jika jumlah siswa melebihi fasilitas yang ada, menyebabkan antrean panjang atau kesulitan siswa dalam membeli makanan. Untuk mengatasi hal ini, pihak sekolah perlu mengelola jumlah pengunjung dan meningkatkan kapasitas kantin.
Mengapa ini bisa menjadi masalah?
Antrean panjang: Jumlah siswa yang terlalu banyak dapat membuat antrean di kantin menjadi sangat panjang, sehingga siswa bisa terlambat masuk kelas atau tidak sempat membeli makanan.
Tidak memadai: Kantin sekolah bisa tidak memadai dari segi sarana prasarana atau ketersediaan makanan jika jumlah siswa terlalu banyak.
Kesehatan: Jika tidak ada pengaturan, kantin bisa menjadi tempat yang tidak higienis dan tidak dapat menjaga kebersihan dengan baik.
Solusi yang bisa dilakukan pihak sekolah:
Mengelola kapasitas: Membatasi jumlah siswa yang boleh makan di kantin pada satu waktu, seperti dengan pembatasan 50-75% kapasitas saat pandemi, atau mengatur jam istirahat agar tidak terjadi penumpukan siswa di kantin.
Menambah kapasitas kantin: Pihak sekolah dapat mempertimbangkan untuk memperluas area kantin atau menambah lebih banyak meja dan kursi untuk menampung lebih banyak siswa.
Meningkatkan layanan: Menambah jumlah pedagang kantin atau memperpanjang jam operasional kantin bisa menjadi solusi agar siswa memiliki lebih banyak waktu untuk membeli makanan.
Menerapkan tata tertib kantin: Pihak sekolah dapat menerapkan tata tertib kantin, seperti menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya, untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan tertib.
"mantullll"
Jln. Macan Lindungan Lrg. Sejahtera 1 No. 179 Rt.06 Rw.05 Kel. Bukit Baru Kec. Ilir Barat 1 Palembang
085377087969
Chat WhatsApp